iklan

Selasa, 27 Desember 2011

kumpulan satuan acara penyuluhan


SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

Pokok Bahasan                       : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Sub Pokok Bahasan                : 1. Pengertian PHBS
2. Tujuan dari PHBS
3. Manfaat PHBS
4. Kriteria PHBS dalam rumah tangga

Sasaran                                    :  Masyarakat RT 44 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan                                                     SU I Palembang
Hari / tanggal                          :  Kamis, 31 Maret 2010
Waktu                                     :  13.00 WIB-13.45 WIB
Tempat                                    :  Masjid Darul Ikhsan RT 44

I.          Tujuan Umum
Peserta mampu memahami dan mengerti mengenai Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

II.        Tujuan Khusus
1.      Peserta diharapkan dapat menyebutkan pengertian PHBS
2.      Perserta penyuluhan dapat menjelaskan tujuan dari PHBS
3.      Peserta penyuluhan diharapkan dapat menjelaskn manfaat PHBS
4.      Peserta penyulhan diharapkan mampu menyebutkan kriteria PHBS dalam rumah tangga






III. Landasan teori
            Terlampir

IV. Metode
  1. Ceramah
  2. Diskusi

V. Media / alat
1.      Leaflet
2.      flipchart

VI. Pengorganisasian
Moderator                         : Reska
Penyaji                              : Riska Nurafnia 
Notulen                             : Nurhasanah
Observer                            : Mujianto
Fasilitator                          : M. Daryadi, M. Adharudin, Musnawati, Irhan Jumarso, Ismi Noviyanti, Nova Raviyanti

VII. Kegiatan Penyuluhan

No
Kegiatan
Penyuluhan
Peserta
Waktu
Media
1
Pembukaan
-          mengucapkan salam
-          memperkenalkan diri
-          mengingatkan kontrak

-          menjelaskan tujuan
-          menjawab salam
-          mendengarkan
-          memperhatikan dan menjawab
-          mendengarkan dan mencatat
5 menit
Leaflet
2
Isi
-          menjelaskan pengertian PHBS
-          menjelaskan tujuan Phbs
-          menjelaskan manfaat PHBS
-          menjelaskan kriteria PHBS dalam rumah tangga
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
15 menit
­Leaflet
flipchat
3
Penutupan
-          mengevaluasi perasaan peserta setelah penyuluhan
-          mengajukan beberapa pertanyaan
-          mengungkapkan perasaan setalah penyuluhan
-          bertanya tentang materi penyuluhan yang belum paham
10 menit



VIII. Evaluasi hasil
1.      Sebutkan pengertian PHBS
2.      Jelaskan  tujuan PHBS
3.      Jelaskan manfaat PHBS
4.      Sebutkan kriteria PHBS dalam rumah tangga




Lampiran

a.      Pengertian PHBS
·         PHBS adalah semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat.
·         PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bias ratusan. Misalnya tentang gizi: makan beraneka ragam makanan, minum tablet darah, mengkonsumsi Garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya , membersihkan lingkungan.
·         Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanaka semua perilaku kesehatan.
b.      Tujuan PHBS
Meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat
c.       PHBS dalam rumah tangga
·         PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif  dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
·         PHBS di rumah tangga di lakukan untuk mencapai rumah tangga Ber-PHBS.
·         Rumah tangga Ber-PHBS adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di rumah tangga yaitu :
1.      persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan
2.      memberi bayi ASI ekslusif
3.      menimbang balita setiap bulan
4.      menggunakan air bersih
5.      mencuci tangan dengan air brsih dan sabun
6.      menggunakan jamban sehat
7.      memberantas jentik di rumah sekali seminggu
8.      makan buah dan sayur setiap hari
9.      melakukan aktifitas fisik setiap hari
10.  tidak merokok di dalam rumah.
d.      Manfaat PHBS
Bagi Rumah Tangga :
·         Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
·         Anak tumbuh sehat dan cerdas.
·         Anggota keluarga giat bekerja.
·         Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga.
Bagi Masyarakat:
·         Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat.
·         Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah –masalah kesehatan.
·         Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
·         Masyarakat mampu mengembangkan Upaya  Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti Posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain.
e.       Peran leader dalam mewujudkan rumah tangga yang ber-PHBS
·         Melakukan pendataan rumah tangga yang ada di wilayahnya dengan menggunakan Kartu PHBS atau Pencatatan PHBS di Rumah Tangga pada buku kader.
·         Melakukan pendekatan kepada kepala desa/lurah dan tokoh masyarakat untuk memperolah dukungan dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga.
·         Sosialisasi PHBS di Rumah Tangga ke seluruh rumah tangga yang ada di desa/kelurahan melalui kelompok damawisma.
·         Memberdayakan keluarga untuk melaksanakan PHBS melalui penyuluhan perorangan, penyuluhan kelompok, penyuluhan massa dan pergerakan masyarakat.
·         Mengembangkan kegiatan-kegiatan ang mendukung terwujudnya Rumah Tangga Ber-PHBS.
·         Memantau kemajuan pencapaian Rumah Tangga Ber-PHBS di wilayahnya setiap tahun melalui pencatatan PHBS di Rumah Tangga.









SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)

Pokok Bahasan                       : infeksi saliran pernapasan akut (ISPA)
Sub Pokok Bahasan                : 1. Pengertian ISPA
2. Tanda dan gejala ISPA
3. penyebab ISPA
4. Tata cara pencegahan ISPA
5. cara perawatan ISPA

Sasaran                                    :  Masyarakat RT 44 kelurahan 5 Ulu
Hari / tanggal                          :  Kamis, 31 Maret 2011
Waktu                                     :  13.30 WIB-14.00 WIB
Tempat                                    :  Masjid Darul ikhsan RT 43

I.          Tujuan Umum
Peserta mampu memahami dan mengerti mengenai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

II.        Tujuan Khusus
1.      Peserta diharapkan dapat menyebutkan pengertian ISPA
2.      Perserta penyuluhan dapat menjelaskan tanda dan gejala ISPA
3.      Peserta diharapkan mampu menjelaskan penyebab ISPA
4.      Peserta diharapkan mampu menjelaskan cara pencegahan ISPA
5.      Peserta penyuluhan diharapkan dapat menjelaskn tentang tata cara perawatan ISPA





III. Landasan teori
            Terlampir

IV. Metode
  1. Ceramah
  2. Diskusi
V. Media / alat
3.      Leaflet
4.      flipchart

VI. Pengorganisasian
Moderator                         : Nova Raviyanti
Penyaji                              : M. Adharudin
Notulen                             : M. Daryadi
Observer                            : Ismi Noviyanti
Fasilitator                          : Irhan Jumarso, Riska nurafnia, Nurhasanah, Musnawati, Mujianto, Reska.

VII. Kegiatan Penyuluhan

No
Kegiatan
Penyuluhan
Peserta
Waktu
Media
1
Pembukaan
-          mengucapkan salam
-          memperkenalkan diri
-          mengingatkan kontrak

-          menjelaskan tujuan
-          menjawab salam
-          mendengarkan
-          memperhatikan dan menjawab
-          mendengarkan dan mencatat
5 menit
Leaflet
2
Isi
-          menjelaskan pengertian ISPA
-          menjelaskan tanda dan gejala ISPA
-          menjelaskan penyebab ISPA
-          menjelaskan cara pencegahan ISPA
-          menjelaskan cara perawatan ISPA
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
15 menit
­Leaflet
flipchat
3
Penutupan
-          mengevaluasi perasaan peserta setelah penyuluhan
-          mengajukan beberapa pertanyaan
-          mengungkapkan perasaan setalah penyuluhan
-          bertanya tentang materi penyuluhan yang belum paham
10 menit



VIII. Evaluasi hasil
1.      Sebutkan pengertian ISPA
2.      Jelaskan  tanda dan gejala ISPA
3.      Jelaskan penyebab terjadinya ISPA
4.      Jelaskan cara pencegahan ISPA
5.      Jelaskan cara perawatan dan pengobatan ISPA

Lampiran

a.       Pengertian ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut )
      ISPA adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.
     ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40 % - 60 % dari kunjungan diPuskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20 % - 30 %. Kematian yang terbesar umumnya adalah karena pneumonia dan pada bayi berumur kurang dari 2 bulan
     ISPA sering disalah artikan sebagai infeksi saluran pernapasan atas. Yang benar  ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut.  ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah.
     ISPA adalah infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Yang dimaksud dengan saluran pernapasan adalah organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru.
     Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik, namun demikian anak akan menderita pneumoni bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat mengakibat kematian.
     Program Pemberantasan Penyakit  ISPA membagi penyakit ISPA dalam 2 golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia. Pneumonia dibagi atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia. Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotik.
            ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin.
b.      Penyebab ISPA
Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus. Diagnosis yang termasuk dalam keadaan ini adalah, rhinitis, sinusitis, faringitis, tosilitis dan laryngitis.
c.       Tanda dan gejala
Yang termasuk gejala dari ISPA adalah badan pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, sakit pada tengorokan.
Tanda-tanda klinis
  • Pada sistem pernafasan adalah: napas tak teratur dan cepat, retraksi/ tertariknya kulit kedalam dinding dada, napas cuping hidung/napas dimana hidungnya tidak lobang, sesak kebiruan, suara napas lemah atau hilang, suara nafas seperti ada cairannya sehingga terdengar keras
  • Pada sistem peredaran darah dan jantung : denyut jantung cepat atau lemah, hipertensi, hipotensi dan gagal jantung.
  • Pada sistem Syaraf adalah : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, kejang dan coma.
  • Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.
d.      Pencegahan
Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan :
·         Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
·         Immunisasi.
·         Menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan.
·         Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.
Pemberantasan ISPA yang dilakukan adalah :
·         Penyuluhan kesehatan yang terutama di tujukan pada para ibu.
·         Pengelolaan kasus yang disempurnakan.
·         Immunisasi
e.       Pengobatan  pada ISPA
Untuk perawatan ISPA  dirumah ada beberapa hal yang perlu dikerjakan seorang ibu untuk mengatasi anaknya yang menderita ISPA.
Mengatasi panas (demam)
Untuk anak usia 2 bulan samapi 5 tahun demam diatasi dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).

Mengatasi batuk

Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh dicampur dengan kecap atau madu ½ sendok teh , diberikan tiga kali sehari.

Pemberian makanan

Berikan makanan yang cukup gizi, sedikit-sedikit tetapi berulang-ulang yaitu lebih sering dari biasanya, lebih-lebih jika muntah. Pemberian ASI pada bayi yang menyusu tetap diteruskan.

Pemberian minuman

Usahakan pemberian cairan (air putih, air buah dan sebagainya) lebih banyak dari biasanya. Ini akan membantu mengencerkan dahak, kekurangan cairan akan menambah parah sakit yang diderita.

Lain-lain

               Tidak dianjurkan mengenakan pakaian atau selimut yang terlalu tebal dan rapat, lebih-lebih pada anak dengan demam. Jika pilek, bersihkan hidung yang berguna untuk mempercepat kesembuhan dan menghindari komplikasi yang lebih parah. Usahakan lingkungan tempat tinggal yang sehat yaitu yang berventilasi cukup dan tidak berasap. Apabila selama perawatan dirumah keadaan anak memburuk maka dianjurkan untuk membawa kedokter atau petugas kesehatan. Untuk penderita yang mendapat obat antibiotik, selain tindakan diatas usahakan agar obat yang diperoleh tersebut diberikan dengan benar selama 5 hari penuh. Dan untuk penderita yang mendapatkan antibiotik, usahakan agar setelah 2 hari anak dibawa kembali kepetugas kesehatan untuk pemeriksaan ulang.

DAFTAR PUSTAKA

Corwin, Elizabeth. J : Buku Saku Patofisiologi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 2000
 Ngastiyah : Perawatan Anak Sakit,  Penerbit Buku Kedokteran, EGC,   Jakarta, 1997.
Soegijanto, Soegeng : Ilmu Penyakit Anak, Diagnosa dan Penatalaksanaan, Edisi I,  Salemba Medika, Jakarta, 2002.















LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PENYULUHAN
PRAKTEK KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RT 44 KELURAHAN 5 ULU KECAMATAN SEBERANG ULU 1 PALEMBANG

I.             Topik                  : Penyuluhan PHBS dan ISPA
II.          Hari/tnggal         : Kamis, 31 Maret 2011
III.       Tempat               : Di Masjid Darul Ikhsan
IV.       Waktu                : 13.30 wib sd selesai
V.          Peserta                : Masyarakat RT 44
VI.       Tahap persiapan
6.1  Persiapan makalah
Mempersiapkan makalah pembuatan SAP, materi penyuluhan leaflet dan pembuatan flipchart.
6.2  Persiapan tempat
Tempat dilaksanakan di masjid darul ikhsan RT 44 kelurahan 5 ulu.
6.3  pengorganisasian
f.       Moderator                      : Nova Raviyanti
g.      Penyaji                           : Riska Nurafni dan M. Daryadi
h.      Notulen                          : Nurhasanah
i.        Observer& pasilitator     : Irhan jumarso, Reska, Mujianto,                                                          Musnawati                 
j.        Dokumentasi                  : M. Adharudin
k.      Konsumsi                       : Ismi Noviyanti
VII.    Pelaksanaan
        Pembukaan
Acara penyuluhan kesehatan dimulai pada pukul 13.30 wib sd selesai. Pemberian salam oleh moderator dilanjutkan penjelasan tujuan penyuluhan, pembukaan acara penyajian, diskusi atau tanya jawab dan penutup
        Pelaksanaan
a)      Pembukaan oleh moderator
b)      Penyajian materi tentang imunisasi, diare dan dbd
c)      Diskusi atau tanya jawab tentang materi yang tidak dimengeri oleh masyarakat(hasil terlampir
d)     Menyimpulkan hasil dari penyuluhan diare, imunisasi, dbd
        Penutup
Penutupan mengucapkan lafas hamdalah yang di pimpin oleh moderator.

NO
NAMA PENANYA
PERTANYAAN
TANGGAPAN
1
Timur
bagaimana cara menanggulangi sampah yang ada dimasyarakat setempat?
kita sedang menyusun proposal untuk pembuatan bak sampah dan jamban, jadi untuk mewujudkan itu tidaklah mudah dan bituh waktu yang lama, jadi bapak dan ibu-ibu harus bekerja sama dengan kita supaya proposal ini bisa tembus.
2
Paulina
Apakah penyakit sesak saya bisa menurun ke anak saya?
penyakit ispa bisa menurun, karena jika ibunya dulu punya penyakit ispa pasti anaknya bisa juga terkena ispa, tetapi penyakit ini bisa juga disebabkan oleh lingkungan yang kurang sehat.











SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN

Pokok Bahasan                       : DIARE
Sub Pokok Bahasan                : 1. Pengertian diare
2. Tanda dan gejala diare
3. Tata cara perawatan mengatasi diare
4. Cara Pembuatan Oralit
Sasaran                                    :Warga Rt 44 Rw 09 Kel. 5 Ulu
Hari / tanggal                          : 01 April 2011
Waktu                                     : 13.00 WIB
Tempat                                    : Masjid Darul Ikhsan RT 43

I.          Tujuan Umum
Masyarakat lebih memahami dan lebih mengerti mengenai diare  dan cara perawatanya

II.        Tujuan Khusus
1.      Peserta penyuluhan diharapkan dapat menyebutkan pengertian diare
2.      Perserta penyuluhan dapat menjelaskan tanda dan gejala diare
3.      Peserta penyuluhan diharapkan dapat menjelaskn tentang tata cara perawatan diare
4.      Peserta penyuluhan diharapkan dapat menjelaskan tentang tata cara pembuatan oralit
5.       
III. Materi
Terlampir

IV. Metode
  1. Ceramah
  2. Diskusi
V. Media / alat
1.  Leaflet
2.  Pliptchart

VI. Pengorganisasian
      Moderator                         :  Mujianto
Penyaji                              :  Ismi Noviyanti
Notulen                             :  M. Daryadi
Observer                            :  Nurkhasanah
Fasilitator                          :  Irhan Jumarso, M. Adharudin, Musnawati, Riska                                                   Nur afni, Reska, Nova Raviyanti

VII. Kegiatan Penyuluhan

No
Kegiatan
Penyuluhan
Peserta
Waktu
1
Pembukaan
-          mengucapkan salam
-          memperkenalkan diri
-          mengingatkan kontrak

-          menjelaskan tujuan
-          menjawab salam
-          mendengarkan
-          memperhatikan dan menjawab
-          mendengarkan dan mencatat
5 menit
2
Isi
-          menjelaskan pengertian diare
-          menjelaskan tanda dan gejala diare
-          menjelaskan cara perawatan diare
-          menjelaskan cara pengobatan tradisional diare
-          menjelaskan cara pembuatan oralit
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
15 menit
3
Penutupan
-          mengevaluasi perasaan peserta setelah penyuluhan
-          mengajukan beberapa pertanyaan
-          mengungkapkan perasaan setalah penyuluhan
-          bertanya tentang materi penyuluhan yang belum paham
10 menit


VIII. Evaluasi hasil
1.      Sebutkan pengertian diare
2.      Jelaskan  tanda dan gejala diare
3.      Jelaskan cara perawatan dan pengobatan tradisonal diare
4.      Jelaskan dan Praktekan  cara pembuatan oralit















Lampiran Materi
TINJAUAN MATERI
DIARE
A.  Definisi
Diare adalah buang air besar (defekasi)  dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100-200 cc/jam tinja). Dengan tinja berbentuk cair /setengan padat, dapat disertai frekuensi yang meningkat.
B. Etiologi Diare
1.      Faktor infeksi : Bakteri ( Shigella, Shalmonella, Vibrio kholera), Virus (Enterovirus), parasit (cacing), Kandida (Candida Albicans).
2.      Faktor parentral : Infeksi dibagian tubuh lain (OMA sering terjadi pada anak-anak).
3.      Faktor malabsorbsi : Karbihidrat, lemak,  protein.
4.      Faktor makanan : Makanan basi, beracun, terlampau banyak lemak, sayuran dimasak kutang matang.
5.      Faktor Psikologis : Rasa takut, cemas
C. Pengkajian Keperawatan
1.      Identitas
Perlu diperhatikan adalah usia. Episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insiden paling tinggi adalah golongan umur 6-11 bulan. Kebanyakan kuman usus merangsang kekebalan terhadap infeksi, hal ini membantu menjelaskan penurunan insiden penyakit pada anak yang lebih besar. Pada umur 2 tahun atau lebih imunitas aktif mulai terbentuk. Kebanyakan kasus karena infeksi  usus asimptomatik dan kuman enterik menyebar terutama klien tidak menyadari adanya infeksi. Status ekonomi juga berpengaruh terutama dilihat dari pola makan dan perawatannya .
2.   Keluhan Utama
BAB lebih dari 3 x
3.   Riwayat Penyakit Sekarang
BAB warna kuning kehijauan, bercamour lendir dan darah atau lendir saja. Konsistensi encer, frekuensi lebih dari 3 kali, waktu pengeluaran : 3-5 hari (diare akut), lebih dari 7 hari ( diare berkepanjangan), lebih dari 14 hari (diare kronis).
4.   Riwayat Penyakit Dahulu
Pernah mengalami diare sebelumnya, pemakian antibiotik atau kortikosteroid jangka panjang (perubahan candida albicans dari saprofit menjadi parasit), alergi makanan, ISPA, ISK, OMA campak.
Pada anak usia toddler makanan yang diberikan seperti pada orang dewasa, porsi yang diberikan 3 kali setiap hari dengan tambahan buah dan susu. kekurangan gizi pada anak usia toddler sangat rentan,. Cara pengelolahan makanan yang baik, menjaga kebersihan dan sanitasi makanan, kebiasan cuci tangan,
5.  Riwayat Kesehatan Keluarga
Ada salah satu keluarga yang mengalami diare.
6.  Riwayat Kesehatan Lingkungan
Penyimpanan  makanan pada suhu kamar, kurang menjaga kebersihan, lingkungan tempat tinggal.
7.      Riwayat Pertumbuhan dan perkembangan
a.       Pertumbuhan
-           Kenaikan BB karena umur 1 -3 tahun berkisar antara 1,5-2,5 kg (rata-rata 2 kg),  PB 6-10 cm (rata-rata 8 cm) pertahun.
-           Kenaikan linkar kepala : 12cm ditahun pertama dan 2 cm ditahun kedua dan seterusnya.
-           Tumbuh gigi 8 buah : tambahan gigi susu; geraham pertama dan gigi taring, seluruhnya berjumlah 14 - 16 buah
-           Erupsi gigi : geraham perama menusul gigi taring.
b.  Perkembangan
-           Tahap perkembangan Psikoseksual menurut Sigmund Freud.
Fase anal :
Pengeluaran tinja menjadi sumber kepuasan libido, meulai menunjukan keakuannya, cinta diri sendiri/ egoistic, mulai kenal dengan tubuhnya, tugas utamanyan adalah latihan kebersihan, perkembangan bicra dan bahasa (meniru dan mengulang kata sederhana, hubungna interpersonal, bermain).
-           Tahap perkembangan psikososial menurut Erik Perkembangn ketrampilan motorik dan bahasa dipelajari anak toddler dari lingkungan dan keuntungan yang ia peroleh Dario kemam puannya untuk mandiri (tak tergantug). Melalui dorongan orang tua untuk makan, berpakaian, BAB sendiri, jika orang tua terlalu over protektif menuntut harapan yanag terlalu tinggi maka anak akan merasa malu dan ragu-ragu seperti juga halnya perasaan tidak mampu yang dapat berkembang pada diri anak.
Erikson.
Autonomy vs Shame and doundt
-           Gerakan kasar dan halus, bacara, bahasa dan kecerdasan, bergaul dan mandiri : Umur 2-3 tahun :
1.  berdiri  dengan satu kaki tampa berpegangan sedikitpun  2 hitungan (GK)
2.  Meniru membuat garis lurus (GH)
3.  Menyatakan keinginan   sedikitnya dengan dua kata (BBK)
4.  Melepasa pakaian sendiri (BM)
5.  Pemeriksaan Fisik
a.   pengukuran panjang badan, berat badan menurun, lingkar lengan mengecil,
         lingkar kepala, lingkar abdomen membesar,
b.      keadaan umum : klien lemah, gelisah, rewel, lesu, kesadaran menurun.
c.       Kepala : ubun-ubun tak teraba cekung karena sudah menutup pada anak umur
         1 tahun lebih
d.      Mata : cekung, kering, sangat cekung
e.       Sistem pencernaan : mukosa mulut kering, distensi abdomen, peristaltic  meningkat > 35 x/mnt, nafsu makan menurun, mual muntah, minum normal atau tidak haus, minum lahap dan kelihatan haus, minum sedikit atau kelihatan bisa minum
f.       Sistem Pernafasan : dispnea, pernafasan cepat > 40 x/mnt karena asidosis  metabolic (kontraksi otot pernafasan)
g.      Sistem kardiovaskuler : nadi cepat > 120 x/mnt dan lemah, tensi menurun pada diare sedang .
h.       Sistem integumen : warna kulit pucat, turgor menurun > 2 dt, suhu meningkat > 375 derajat celsius, akral hangat, akral dingin (waspada syok), capillary refill time memajang > 2 dt, kemerahan pada daerah perianal.
i.        Sistem perkemihan : urin produksi oliguria sampai anuria (200-400 ml/ 24 jam ), frekuensi berkurang dari sebelum sakit.
j.        Dampak hospitalisasi : semua anak sakit yang MRS bisa mengalami stress yang berupa perpisahan, kehilangan waktu bermain, terhadap tindakan invasive respon yang ditunjukan adalah protes, putus asa, dan kemudian menerima.
10.  Pemeriksaan Penunjang
1)        Laboratorium :
-  Feses kultur : Bakteri, virus, parasit, candida
-  Serum elektrolit : Hipo natremi, Hipernatremi, hipokalemi
-  AGD : asidosis metabolic ( Ph menurun, pO2 meningkat, pcO2 meningkat, HCO3  menurun )
Faal ginjal : UC meningkat (GGA)
2)        Radiologi : mungkin ditemukan bronchopneumoni
D. Penatalaksanaan Diare
Rehidrasi
1.      Jenis cairan
1)      Cara rehidrasi oral
-   Formula lengkap (NaCl, NaHCO3, KCl dan Glukosa) seperti oralit, pedyalit setiap  kali diare.
-   Formula sederhana ( NaCl dan sukrosa)
2)      Cara parenteral
-  Cairan I  : RL dan NS
-  Cairan II : D5 ¼ salin,nabic. KCL
D5 : RL = 4 : 1  + KCL
D5 + 6 cc NaCl 15 % + Nabic (7 mEq/lt) + KCL
-  HSD (half strengh darrow) D ½  2,5 NS cairan khusus pada diare usia > 3 bulan.
3.      Jalan pemberian
1)      Oral  (dehidrasi sedang, anak mau minum, kesadaran baik)
2)      Intra gastric ( bila anak tak mau minum,makan, kesadran menurun)
4.      Jumlah Cairan ; tergantung pada :
1)      Defisit ( derajat dehidrasi)
2)      Kehilangan sesaat (concurrent less)
3)      Rumatan (maintenance).
4.      Jadwal / kecepatan cairan
1)      Pada anak usia 1- 5 tahun dengan pemberian 3 gelas bila berat badanya kurang lebih 13 kg : maka pemberianya adalah :
-   BB (kg) x 50 cc
-   BB (kg) x 10 - 20 = 130 - 260 cc setiap diare = 1 gls.
2)      Terapi standar pada anak dengan diare sedang :
+ 50 cc/kg/3 jam  atau 5 tetes/kg/mnt
Terapi
1.      obat anti sekresi : Asetosal, 25 mg/hari dengan dosis minimal 30 mg
klorpromazine 0,5 - 1 mg / kg BB/hari
2.      onat anti spasmotik : Papaverin, opium, loperamide
3.      antibiotik :  bila penyebab jelas, ada penyakit penyerta
Dietetik
a.         Umur > 1 tahun dengan BB>7 kg, makanan  padat / makanan cair atau susu
b.         Dalam keadaan malbasorbsi berat serta alergi protein susu sapi dapat diberi elemen atau semi elemental formula.







DAFTAR PUSTAKA

Bates. B, 1995. Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan. Ed 2. EGC. Jakarta
Carpenitto.LJ. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Ed 6. EGC. Jakarta.
Lab/ UPF IKA, 1994. Pedoman Diagnosa dan Terapi . RSUD Dr. Soetomo. Surabaya.
Markum.AH. 1999. Ilmu Kesehatan Anak. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.
Ngastiyah. 1997. Perawatan Anak sakit. EGC. Jakarta
Soetjiningsih, 1995. Tumbuh Kembang Anak. EGC. Jakarta
Suryanah,2000. Keperawatan Anak. EGC. Jakarta
Doengoes,2000. Asuhan Keperawatan Maternal/ Bayi. EGC. Jakarta
















SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )
DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)

Pokok Bahasan                       : Demam Berdarah Dengue (DBD)
Sub Pokok Bahasan                : 1. Pengertian DBD
2. Penyebab DBD
3. Cara penularan DBD
4. Cara pencegahan DBD

Sasaran                                    :  Masyarakat RT 44 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan                                                     SU I Palembang
Hari / tanggal                          :  Jum’at, 01 April 2010
Waktu                                     :  14.00 WIB-14.45 WIB
Tempat                                    :  Masjid Darul Ikhsan RT 43

I.          Tujuan Umum
Peserta mampu memahami dan mengerti tentang penyakit DBD serta pencegahannya

II.        Tujuan Khusus
  1. Peserta diharapkan dapat menyebutkan pengertian DBD
  2. Peserta diharapkan dapat menjelaskan penyebab DBD
  3. Peserta diharapkan mampu menjelaskan cara penularan DBD
  4. Peserta diharapkan mampu menjelaskan cara pencegahan DBD




III. Landasan teori
            Terlampir

IV. Metode
  1. Ceramah
  2. Diskusi

V. Media / alat
5.      Leaflet
6.      flipchart

VI. Pengorganisasian
Moderator                         : Mujianto
Penyaji                              : Reska 
Notulen                             : M. Adharudin
Observer                            : M. Daryadi
Fasilitator                          : Musnawati, Irhan Jumarso, Ismi Noviyanti, Nova Raviyanti, Riska Nurafni, Nurhasanah

VII. Kegiatan Penyuluhan

No
Kegiatan
Penyuluhan
Peserta
Waktu
Media
1
Pembukaan
-          mengucapkan salam
-          memperkenalkan diri
-          mengingatkan kontrak

-          menjelaskan tujuan
-          menjawab salam
-          mendengarkan
-          memperhatikan dan menjawab
-          mendengarkan dan mencatat
5 menit
Leaflet
2
Isi
-          menjelaskan pengertian DBD
-          menjelaskan penyebab DBD
-           menjelaskan cara penularan DBD
-          menjelaskan cara pencegahan DBD


-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
-          memperhatikan, bertanya, diskusi
15 menit
­Leaflet
flipchat
3
Penutupan
-          mengevaluasi perasaan peserta setelah penyuluhan
-          mengajukan beberapa pertanyaan
-          mengungkapkan perasaan setalah penyuluhan
-          bertanya tentang materi penyuluhan yang belum paham
10 menit



VIII. Evaluasi hasil
  1. Apa Pengertian DBD
  2. Apa Penyebab DBD
  3. Bagaimana Cara penularan DBD
  4. Bagaimana Cara pencegahan DBD





Lampiran Materi
Tinjauan Pustaka
Demam Berdarah Dengue

1.    Pengertian
       Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.
2.    Tanda dan Gejala
       Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam tinggi terus menerus, disertai adanya tanda perdarahan, contohnya ruam. Ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang. Selain itu tanda dan gejala lainnya adalah sakit perut, rasa mual, trombositopenia, hemokonsentrasi, sakit kepala berat, sakit pada sendi (artralgia), sakit pada otot (mialgia). Sejumlah kecil kasus bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
            Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian. Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.
3.    Diagnosis
       Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif. Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis. Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.
4.    Pencegahan
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.
            Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:
  1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup;
  2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
  3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
  4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi
5.    Pengobatan
       Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum ekstrak daun jambu biji. Merujuk hasil kerja sama penelitian Fakultas Kedokteran Unair dan BPOM, ekstrak daun jambu biji bisa menghambat pertumbuhan virus dengue. Bahan itu juga meningkatkan trombosit tanpa efek samping. Masyarakat mesti memperhatikan informasi penting ini. Berdasarkan hasil kerja sama dalam uji pre klinis Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilansir di Jakarta, Rabu (10/3) siang, ekstrak daun jambu biji dipastikan bisa menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue (DBD). Bahan itu juga mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping. Peningkatan tersebut diperkirakan dapat tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak daun jambu biji dikonsumsi.


















SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENTINGNYA IMUNISASI BALITA

Pokok Bahasan           :           Imunisasi Dasar
Sub Pokok Bahasan    :           - Pengertian Imunisasi dan Vaksin
- Jenis Imunisasi
- Jenis Imunisasi Dasar pada Bayi dan Balita
Sasaran                       : Warga RT 44 khususnya Ibu yang mempunyai anak balita.
Hari/Tanggal               : Jum’at, 01 April 2011
Waktu                         :14,30-15.15 WIB ( 60 menit )
Tempat                        : Masjid Darul Ikhsan RT 44    

Tujuan
  1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan klien dapat  memahami tentang pentingnya Imunisasi.
  1.  Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan diharapkan ibu-ibu mampu:
Ø   Menjelaskan pengertian imunisasi dan vaksin dengan benar.
Ø   Menjelaskan 2 jenis imunisasi dengan benar.
Ø   Menjelaskan 5 jenis imunisasi dasar pada bayi dan balita dengan benar.
Ø   Menjelaskan 3 tujuan pemberian imunisasi dengan benar
Materi
  Terlampir

III. Metode
1.      Ceramah
2.      Tanya jawab
3.      Dikusi

IV. Metode/Alat
Laeflet
Flipchart

V. Pengorganisasian
Moderator                         : Mujianto
Penyaji                              : M. Adharudin
Notulen                             : M. Daryadi
Observer                            : Nova Raviyanti
Fasilitator                          :  Riska Nurafni, Musnawati, Irhan jumarso, Reska,                                                  Ismi Noviyanti, Nurhasanah.

VI. Pelaksanaan Kegiatan
No.
Kegiatan
Penyuluhan
Peserta
Waktu
1
Pembukaan
-          Mengucapkan salam
-          Memperkenalkan diri
-          Mengingatkan kontrak

-          Menjelaskan tujuan

-          Memberikan Leaflet
-          Menjawab salam
-          Mendengarkan
-          Memperhatikan dan menjawab
-          Mendengarkan dan mencatat
-          Mengucapkan terima kasih dan tersenyum
5        menit
2
Isi
-          Menjelaskan
pengertian Imunisasi
-          Menjelaskan jenis Imunisasi
-          Menjelaskan jenis imunisasi dasar pada bayi dan balita.
-          Memperhatikan, bertanya, diskusi
-          Memperhatikan, bertanya, diskusi
-          Memperhatikan, bertanya, diskusi
-          Memperhatikan, bertanya, diskusi
-          Memperhatikan, bertanya, diskusi
20 menit
3
Penutupan
-          Mengevaluasi perasaan peserta setelah penyuluhan
-          Mengajukan beberapa pertanyaan
-          Mengungkapkan perasaan setalah penyuluhan
-          Bertanya tentang materi penyuluhan yang belum paham
5 menit

VII. Evaluasi
            Memberikan pertanyaan secara lisan sesuai materi penyuluhan yang disampaikan dengan kriteria penyuluhan dinyatkan berhasiljika peserta penyuluhan mampu menjawab 3 dari 5 pertnyaan yang diajukan  antara lain:
1.      Sebutkan definisi imunisasi
2.      Sebutkan jenis imunisasi
3.      Sebutkan  jenis imunisasi dasar pada bayi dan balita.










LAMPIRAN MATERI
TINJAUAN TEORI
IMUNISASI
1.      Definisi imunisasi :
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan kepada seseorang secara aktif terhadap suatu antigen sehingga jika terpajan pada antigen serupa maka tubuh akan menolak penyakit.
Vaksin adalah suatu bahan yang terbuat dari kuman, komponen kuman, racun kuman yang telah dilemahkan ataupun dimatikan.

2.      Imunisasi terbagi 2 :
a) Pasif yaitu kekebalan yang diperoleh dari luar tubuh, bukan
dibuat oleh individu itu sendiri.
b) Aktif yaitu kekebalan yang dibuat oleh tubuh sendiri akibat
terpajan / pemberian antigen.

 3.   Jenis imunisasi dasar pada bayi dan balita :
a. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) untuk mencegah penyakit TBC (tuberkulosis). Imunisasi ini diberikan pada bayi usia 1 bulan dan hanya diberikan 1 kali.
b. Imunisasi Hepatitis B untuk mencegah penyakit hepatitis B (penyakit liver/kuning). Imunisasi ini diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak waktu satu bulan antara suntikan pertama dan ke-2, kemudian lima bulan antara suntikan ke-2 dan ke-3. Suntikan pertama diberikan sekurang-kurangnya 12 jam setelah bayi dilahirkan.
c. Imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) untuk mencegah ke-3 penyakit tersebut. Imunisasi DPT diberikan 5 kali; 3 kali di bawah usia satu tahun dan 2 kali masing-masing di atas 1 dan 5 tahun.
d. Imunisasi Polio untuk mencegah penyakit polio. Imunisasi polio pertama kali diberikan secara oral pada usia 0 bulan (lahir). Selanjutnya di usia 2, 4 dan 6 bulan. Lepas usia bayi, diberikan pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Jadi total pemberian imunisasi polio adalah 6 kali.
e. Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Diberikan sebanyak 2 kali yaitu pada usia 9 bulan dan 6 tahun.

4.  Tujuan Imunisasi :
a. Untuk mencegah penyakit tertentu pada seseorang.
b. Menghilangkan penyakit tertentu pada sekelompok orang.
c. Menghilangkan penyakit tertentu di dunia.










LAPORAN HASIL PELAKSANAAN PENYULUHAN
PRAKTEK KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RT 44 KELURAHAN 5 ULU KECAMATAN SEBERANG ULU 1 PALEMBANG

VII.    Topik                  : Penyuluhan Diare, Imunisasi Dan DBD
VIII. Hari/tnggal         : Jumat, 1 April 2011
IX.       Tempat               : Di Masjid Darul Ikhsan
X.          Waktu                : 13.30 wib sd selesai
XI.       Peserta                : Masyarakat RT 44
XII.    Tahap persiapan
12.1                Persiapan makalah
Mempersiapkan makalah pembuatan SAP, materi penyuluhan leaflet dan pembuatan flipchart.
12.2                Persiapan tempat
Tempat dilaksanakan di masjid darul ikhsan RT 44 kelurahan 5 ulu.
12.3                pengorganisasian
a.       Moderator                      : Mujianto
b.      Penyaji                           : Reska, Ismi Noviyanti, M. Adharudin
c.       Notulen                          : M. Daryadi
d.      Observer& pasilitator     : Irhan jumarso, Riska Nurafni, Nova                                                    Raviyanti
e.       Dokumentasi                  : Nurhasanah
f.       Konsumsi                       : Musnawati
VIII. Pelaksanaan
        Pembukaan
Acara penyuluhan kesehatan dimulai pada pukul 13.30 wib sd selesai. Pemberian salam oleh moderator dilanjutkan penjelasan tujuan penyuluhan, pembukaan acara penyajian, diskusi atau tanya jawab dan penutup
        Pelaksanaan
e)      Pembukaan oleh moderator
f)       Penyajian materi tentang imunisasi, diare dan dbd
g)      Diskusi atau tanya jawab tentang materi yang tidak dimengeri oleh masyarakat(hasil terlampir
h)      Menyimpulkan hasil dari penyuluhan diare, imunisasi, dbd
        Penutup
Penutupan mengucapkan lafas hamdalah yang di pimpin oleh moderator.

NO
NAMA PENANYA
PERTANYAAN
TANGGAPAN
1
Timur
Bagaimana cara pembuatan Oralit?
cara pembuatan oralit itu bu, tiga sendok gula pasir ditambah dengan satu candok garam dicampur dan diaduk dengan air putih satu gelas.
2
Nuryati
Mengapa anak sesudah diImunisai itu badannya panas?
itu karena salah satu respon setelah diimunisasi, karena imunisasi sendiri itu merupakan prosses memasukkan vaksin kidup ke dalam tubuh manusia, apabila tubuh belum bisa menyesuaikan diri maka akan timbul demam
3
sugiarti
kenapa nyamuk ini senangnya hidup di air yang jernih?
itulah ciri khas dari pada nyamuk aedes aegypti, dia sangat suka hidup diair yang jernih dan tidak bisa hidup diair yang kotor.








Dokumentasi Penyuluhan





 






















                                                                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar