iklan

Rabu, 28 Desember 2011

motivasi dalam keperawatan


  1. Definisi Motivasi
Motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberi kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk factor-faktor yang menyebabkan, menyalurkan, dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.(Stoner & Freeman, 1995).
Motivasi menurut Ngalin Purwanto (2006) adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
Sedangkan Sortell dan Kaluzny (1994) mengartikan motivasi sebagai perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berprilaku.
Berikut adalah beberapa teori yang paling dikenal yaitu:

1. TEORI ABRAHAM MASLOW.
Hasil-hasil pemikirannya tertuang dalam bukunya yang berjudul “Motivation and Personality.” Bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu:
  1. kebutuhan fisiologikal, seperti sandang, pangan dan papan
  2. kebutuhan keamanan, tidak hanya dalam arti fisik akan tetapi juga mental, psikologikal, dan intelektual.
  3. kebutuhan social,
  4. kebutuhan prestise yang pada umumnya tercermin dalam berbagai symbol-simbol status,
  5. aktualisasi diri dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.

Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama dan kedua kadang-kadang diklasifikasikan dengan cara lain, misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer, sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu, yang jelas ialah bahwa sifat, jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda dari satu orang ke orang lain karena manusia merupakan makhluk individu yang khas. Juga jelas bahwa kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi, akan tetapi juga bersifat psikologikal, mental, intelektual dan bahkan juga spiritual.

2. TEORI ERG ( CLAYTON ALDERFER)
Teori ERG oleh Clayton Alderfer serupa dengan hierarki kebutuhan maslow, karena juga memandang kebutuhan manusia sebagai hierarki. Namun dalam teori ERG hanya ada tiga hierarki dibawah ini.
  1. Eksistensi (Existensi,E) : kebutuhan yang bias dipuaskan oleh factor-faktor seperti makanan, minuman, udara, upah dan kondisi kerja. Kebutuhan eksistensi ini sama dengan kebutuhan fisiologis dan keamanan dalam hierarki kebutuhan maslow.
  2. Keterkaitan (Relatedness, R) : kebutuhan yang bisa dipuaskan oleh hubungan social, hubungan antar pribadi. Kebutuhan ini sama dengan kebutuhan tingkat ketiga dalam hierarki maslow, yaitu rasa memiliki, social, dan cinta.
  3. Pertumbuhan (Growth,G) : kebutuhan yang bisa dipuaskan bila seseorang memberikan kontribusi yang kreatif dan produktif. Kebutuhan ini sama dengan kebutuhan tingkat empat dan lima dalam hierarki maslow, yaitu harga diri dan aktualisasi diri.

Teori ERG juga menyatakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi mengalami kekecewaan, maka kebutuhan yang lebih rendah akan kembali walaupun sudah pernah terpuaskan.




3. TEORI HERZBERG.
Teori Herzberg yang meyakini bahwa karyawan dapat dimotivasi oleh pekerjaannya sendiri dan di dalamnya terdapat kepentingan yang bisa disesuaikan dengan tujuan organisasi.
Herzberg menyatakan bahwa ketidakpuasan dan kepuasan dalam bekerja muncul dalam dua dimensi (kelompok factor) yang terpisah.
  1. kondisi ekstrinsik pekerjaan yang bagus akan menghilangkan ketidakpuasan, tapi tidak sampai menimbulkan kepuasaan. Factor-faktor ini disebut factor hygiene.
  2. kondisi intrinsik pekerjaan yang bagus akan memunculkan kepuasaan dan bisa menjadi motivasi bekerja, sehingga disebut factor motivator.

4. TEORI MC CLELLAND (KEBUTUHAN YANG DIPELAJARI)
Teori kebutuhan yang dipelajari yang dikemukan oleh McClelland adalah teori motivasi yang berkaitan erat dengan konsep belajar.
Teori ini mengatakan bahwa melalui kehidupan dalam suatu budaya seseorang belajar tentang kebutuhannya. Tiga dari kebutuhan yang dipelajari ini adalah:
  1. kebutuhan berprestasi, misalnya menyelesaikan pekerjaan yang menantang, memenangkan kompetisi, bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
  2. kebutuhan menjalin hubungan atau berafiliasi, misalnya menjalin pertemanan atau persahabatan.
  3. kebutuhan berkuasa, kekuasaan untuk memerintah orang lain, atau kekuasaan untuk menentukan kebijakan.

McClelland mengatakan bahwa jika kebutuhan seseorang sangat kuat, maka hal itu akan memotivasinya untuk menggunakan perilaku yang mengarah pada pemuasan kebutuhan tersebut.


  1. PRINSIP-PRINSIP DALAM MEMOTIVASI KERJA PEGAWAI.
Terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai (Mangkunegara, 2000).
  1. prinsip partisipasi
  2. prinsip komunikasi
  3. prinsip pengakuan
  4. prinsip pendelegasian wewenang
  5. prisip perhatian.
Factor lingkungan juga memegang peranan penting dalam motivasi factor lingkungan tersebut meliputi:
  1. komunikasi
  2. potensi pengembangan
  3. kebijakan individual.

  1. TANGGUNG JAWAB KETUA TIM
ada pun tugas ketua Tim yaitu:
  1. membuat perencanaan
  2. membuat penugasan, supervise dan evaluasi.
  3. Mengenal/ mengetahui kondisi pasien dan dapat menilai tingkat kebutuhan pasien.
  4. Mengembangkan kemampuan anggota.
  5. Menyelenggarakan konferensi.






DAFTAR PUSTAKA

Suarli, S dan Yanyan Bahtiar, 2009. Manajemen Keperawatan dengan pendekatan praktis. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Monica, Elaine.La, 1998. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan : pendekatan berdasarkan pengalaman. EGC, Jakarta.
Siagian, Sondang P, 2008. Manajemen sumber daya manusia. Bumi aksara, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar